MENJADI KORBAN

Seorang wartawan tiba di tempat terjadinya sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 1 orang dan melukai 2 orang lainnya.

Salah satu korban masih terduduk di trotoar sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Si wartawan pun berusaha menerobos kerumunan orang yang sedang menolong korban itu.

Kamu siapa?” tanya seorang polisi kepada wartawan.

Saya wartawan” jawab si wartawan sambil menerobos kerumunan.

Setelah tiba di hadapan korban, si wartawan segera mengeluarkan tape recorder dari sakunya, dan bertanya, “Bagaimana perasaan anda menjadi korban kecelakaan?

Kerumunan orang di sana hanya bisa saling berpandangan mendengar pertanyaan si wartawan..

GODAIN CEWEK

Suatu hari Susi menikmati hangatnya mentari sore dengan mengendarai sepeda motornya di sekitar kompleks rumahnya. Ia mengendarai motornya dengan pelan, sambil menikmati berhembusnya angin sore.

Tiba-tiba dari arah belakang, terdengar suara klakson. Susi menoleh ke belakang, nampak seorang laki-laki tersenyum di dalam mobilnya yang juga melaju pelan. Susi sok jual mahal..

Nggak lama kemudian, laki-laki itu membunyikan lagi klaksonnya. Dalam hati Susi bergumam, “Iseng banget sih cowok ini..

Susi tetap mengendarai motornya dan tetap diikuti mobil itu. Untuk yang ketiga kalinya, laki-laki itu membunyikan klaksonnya. Karena nggak tahan lagi dengan bunyi klakson itu, Susi menghentikan motornya dan mendekati mobil itu.

Heh!” bentaknya. “Kamu nggak ada kerjaan banget sih, godain orang di jalan?!!

Laki-laki itu diam dan nampak gelagapan.

Maaf ya” kata Susi. “Aku nggak tertarik sama kamu, walaupun kamu punya mobil!!” katanya lagi.

Laki-laki itu keluar dari mobilnya dan berkata,
Maaf, saya nggak godain kamu. Saya cuma mau kamu minggir, saya nggak bisa lewat kalo kamu naik motor di tengah-tengah jalan seperti itu..

PELANGGARAN LALU LINTAS

Karena terburu-buru, Dono menerobos lampu lalu lintas saat menyala merah. Tak beberapa lama, seorang polisi lalu lintas dengan motor patrolinya menghampiri mobil Dono dan memerintahkan Dono untuk segera menepi.

Segera menepi!” kata polisi itu setengah berteriak.

Setelah Dono menepi, polisi itu turun dari motornya dan mendekati pintu mobil Dono..

Selamat pagi!” sapa polisi itu dengan tegas. “Anda mengerti kenapa saya perintahkan berhenti?” tanya polisi kemudian.

Maaf pak. Saya terburu-buru..” kata Dono. “Saya menerobos lampu merah” sambungnya.

Selain itu?” tanya polisi lagi.

Dono yang merasa hanya melakukan satu pelanggaran gelagapan menjawab pertanyaan pak polisi. “Maaf pak, kesalahan saya hanya menerobos lampu merah” kata Dono membantah dengan sopan.

Anda melakukan dua kesalahan” kata polisi itu sambil mengeluarkan buku surat tilang.

Pertama, anda menerobos lampu merah” kata polisi itu. “Kedua, anda berhenti di sini padahal di jalan ini terpasang rambu dilarang berhenti

MENUNTUN SEPEDA MOTOR

Seorang pemuda menuntun sepada motornya yang mogok menuju bengkel. Ketika melintasi sebuah warung, seorang bapak yang melihatnya bertanya,

Mau dibawa ke mana motornya?

Ke bengkel pak. Businya harus diganti” jawab si pemuda.

Wah, bengkel kan jauh” kata bapak itu. “Pakai motor saya saja untuk beli busi baru. Nanti businya diganti di sini. Kasihan kalau harus menuntun motor sampai ke bengkel” katanya lagi.

Tapi pemuda itu menolak dengan halus tawaran si bapak.

Jadi, motor ini akan tetap dituntun sampai bengkel?” tanya bapak itu meyakinkan si pemuda.

Iya pak.., masa’ saya gendong?” ujar pemuda itu dengan sopan.

* Based on true story

PARKIR MOBIL

Suatu hari, Dudung pergi ke sebuah restoran mengendarai mobilnya. Sampai di restoran, ia memarkir mobilnya dengan dipandu seorang tukang parkir.

Prit!” bunyi peluit si tukang parkir. Maka, Dudung memundurkan mobilnya. Tak beberapa lama peluit berbunyi lagi,

Priiiiiit..!” bunyi peluit panjang disertai gerakan tangan si tukang parkir yang artinya Dudung harus berhenti karena mobil sudah tepat di posisi parkir. Maka Dudung menarik rem tangan, dan mematikan mobilnya.

Namun, ketika Dudung hendak keluar dari mobil, peluit berbunyi lagi, “Prit!

Blum sempat Dudung berpikir, peluit berbunyi lagi, “Prit!

Karena bingung, Dudung pun bertanya, “Pak, kenapa masih semprat-semprit, padahal mobil sudah pas parkirnya?

Maaf mas, yang barusan itu saya bersin..” jawab si tukang parkir.

GANTI RUGI

Seorang pemilik motor bernama Dudung marah-marah karena sepeda motor yang diparkirnya di jalan Malioboro, raib dicuri..

Gimana nih sampai motor saya bisa hilang!” kata Dudung. “Bapak jaga parkirnya gimana?” katanya lagi kepada seorang penjaga parkir.

Maaf mas, atas kelalaian saya. Saya akan ganti kerugian mas” ujar penjaga parkir.

Saya akan ganti kerugian sejumlah tarif parkir di tempat ini” kata si penjaga parkir lagi sambil menyerahkan sekeping uang lima ratusan.

TANYA JALAN

Suatu hari..

Pak, numpang tanya..” kata seorang pemuda ke penjual rokok. “Bapak tau jalan Diponegoro?

Oh, iya..” jawab si penjual rokok.Ini belok kanan. Nah.., kalau ketemu lampu merah berhenti aja” katanya kemudian.

Trus?” tanya si pemuda masih blum nyadar kalau lagi dikerjain.

Tunggu aja. Kalau sudah nyala hijau, baru jalan lagi..” jawab si penjual rokok sambil ngeloyor pergi.

NGGAK ADA SIM

Seorang abg dicegat polisi lalu lintas karena melanggar rambu lalu lintas saat mengendarai motornya..

Polisi : Kenapa masuk jalan ini? Kan dilarang!
Abg : Iya pak. Saya nggak liat rambunya tadi.
Polisi : Coba lihat SIM kamu?
Abg : Maaf pak, saya blum punya SIM.
Polisi : Kalau blum punya kenapa nekat bawa motor?
Abg : Maaf pak..
Polisi : Saya bisa tahan motor kamu!
Abg : Jangan pak. Saya nggak punya SIM tapi saya punya uang lima puluh ribu.
Polisi : O ya sudah.., itu juga boleh kok..

* Pesan = Kalo blum punya/nggak bawa SIM yang warnanya putih, jangan lupa bawa SIM yang warnanya hijau atau biru.

KOK BERTIGA?

Tiga orang berandalan dicegat Polisi karena mengendarai satu motor bertiga.

Kenapa kalian naik motor bertiga?” tanya Polisi.

Kalau berempat nggak muat pak” jawab mereka.

KENEK TAI!

Seorang sopir mikrolet dari Medan, mempekerjakan seorang kenek [kondektur] baru asal Jogja yang blum lama menetap di Jakarta. Suatu hari si sopir harus memundurkan mikroletnya di sebuah jalan sempit.

Maka dengan dibantu kenek barunya, ia memundurkan mikroletnya.

Terus bang! Banting ke kanan!” teriak si kenek memandu si sopir.

Tiba-tiba, “Brruakk!!!” mikrolet menabrak tembok.

Kau bagaimana sampai tak bisa lihat tembok itu?!” bentak si sopir. “Dasar kenek tai!” gerutu si sopir.

Ternyata si kenek mendengar, dan menjawab, “Bukan kenek tai bang, tapi kenek tembok

* Kenek = Kena [dalam Bahasa Jawa]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.