SEDANG APA?

Sebuah percakapan terjadi di sebuah restoran antara pelayan dan pembeli. Si pembeli ingin menggoda pelayan yang cantik.

Bapak mau pesan minuman apa?” tanya si pelayan.

Cola aja” jawab si pembeli setelah melihat-lihat buku menu minuman.

Cola, yang ukuran apa pak?” tanya si pelayan lagi.

Ada ukurannya ya?” tanya si pembeli (pura-pura) nggak mengerti.

Iya pak. Ada small, medium, dan large” jawab si pelayan dengan ramah.

Medium itu apa?” tanya si pembeli masih (pura-pura) nggak ngerti.

Maaf pak, medium itu sedang..” jawab si pelayan lagi mulai panik.

Sedang apa?” tanya si pembeli masih bingung. “Sedang bekerja ya?” sambungnya lagi.

Kali ini si pelayan nggak tau harus menjawab apa.

FIFTY-FIFTY

Badu dan Dudung berembug untuk membagi sepotong kue secara adil

Sebaiknya, bagaimana kita membagi kue ini?” tanya Badu.

Ya..fifty-fifty lah!” jawab Dudung sok berbahasa Inggris.

Apa tuh fifty-fifty?” tanya Badu dengan polosnya.

Hm..Kalau nggak salah, artinya lima puluh-lima puluh” jawab Dudung agak ragu-ragu.

Lah! Kuenya kan 1, bukan 100!!” ujar Badu.

DAGINGNYA KERAS

Mita dan Rini sedang mencari-cari warung makan di sekitar jalan kaliurang. Mereka ingin mencoba tempat yang baru karena bosan dengan menu makanan di rumah. Di sebuah tikungan Rini menunjuk sebuah warung sate ayam dan sate kambing..

Rini : Kayanya tempat itu satenya enak!
Mita : Kata temanku, di sana nggak enak..
Rini : Nggak enak gimana?
Mita : Satenya nggak enak. Keras..
Rini : Dagingnya yang keras?
Mita : Bukan. Batang tusuknya..

DAGINGNYA KERAS

Mita dan Rini sedang mencari-cari warung makan di sekitar jalan kaliurang. Mereka ingin mencoba tempat yang baru karena bosan dengan menu makanan di rumah. Di sebuah tikungan Rini menunjuk sebuah warung sate ayam dan sate kambing..

Rini : Kayanya tempat itu satenya enak!
Mita : Kata temanku, di sana nggak enak..
Rini : Nggak enak gimana?
Mita : Satenya nggak enak. Keras..
Rini : Dagingnya yang keras?
Mita : Bukan. Batang tusuknya..

PELAYAN BARU

Nita, seorang pelayan di sebuah restoran terkemuka merasa sangat gugup, karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja.
Malam itu, restoran tempatnya bekerja kedatangan satu keluarga yang ingin makan malam..

Selamat malam..” ujar Nita berusaha nampak tenang.

Aku mau susu cokelat!” celetuk anak dari keluarga itu.

Panas atau dingin?” tanya Nita dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Panas!” jawab si anak tadi.

Saya pesan es teh manis saja” tiba-tiba si ibu dari keluarga tadi menyahut di saat Nita sedang mencatat pesanan anak tadi. Nita pun sedikit gelagapan melayani keluarga itu.

Em..Panas atau dingin, Bu?” tanya Nita kemudian.

ALERGI

Salim pergi ke sebuah rumah makan untuk memesan katering selama sebulan untuk santap sahur.

Pelayan : Nama?
Salim : Salim
Pelayan : Alamat?
Salim : Pogung Lama Blok W nomer satu
Pelayan : Ada alergi makanan?
Salim : Saya alergi jeroan
Pelayan : Ada alergi lain?
Salim : Alergi bayar..

Si pelayan, hanya tersenyum kecut..

UANG KECIL

Setelah menikmati hidangan di sebuah restoran, Amin menuju kasir untuk membayar..

Semuanya jadi dua puluh lima ribu lima ratus rupiah mas” kata kasir. Amin segera merogoh kantong dan mengeluarkan uang seratus ribu dari dompetnya.

Wah, uangnya besar sekali” kata kasir. “Punya uang yang lebih kecil mas?” tanya kasir kemudian.

Ada” jawab Amin. Lalu ia membuka lagi dompetnya dan mengeluarkan selembar uang.

Ini.., saya punya seribu rupiah” kata Amin kemudian.

DAFTAR MENU

Di sebuah kantin sekolah terkemuka..

DAFTAR MENU MAKANAN :
a. Mie Goreng
b. Nasi Goreng
c. Siomay
d. Ketoprak
e. Semua Benar

BAHASA INGGRISNYA PIRING

Bedu jadi bahan ketawaan Dudu, teman kerjanya karena membawakan piring kepada seorang turis asing yang sedang makan di restoran tempat kerja mereka. Padahal turis itu meminta sebuah sendok..

Dudu : Udah jelas-jelas orang itu bilang spoon, malah kamu kasih piring. Kamu nggak bisa bahasa inggris yah?
Bedu : Bisa donk! Hare gene nggak bisa bahasa inggris..! Malu-maluin saja..
Dudu : Lalu kenapa kamu kasih piring?
Bedu : Aku cuma salah dengar kok. Kukira dia tadi bilang knife..

BUKA PUASA

Andi, yang non-muslim ikut acara buka puasa bersama di kantornya. Selesai acara berbuka, seorang temannya yang bernama Dody berkata..

Wah, enak juga ya buka puasa bersama seperti ini” katanya. “Bagaimana kalau minggu depan kita buka bersama lagi” sambungnya. Kemudian Andi bertanya,

Jam berapa?

Jam setengah tujuh. Seperti sekarang ini” jawab temannya yang lain.

Maaf..” kata Andi. “Kalau minggu depan saya nggak bisa ikut

Tapi kalau buka puasa bersamanya siang hari, saya bisa ikut” kata Andi kemudian.

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.